Teka-teki Kanker Paru, Mengapa Ada Perokok yang Tak Kena

LIFESTYLE

World Cancer Research Fund memprediksi ada 1,59 juta orang meninggal akibat penyakit itu dan hanya sekitar 240.000 atau 15 persen di antaranya sintas. “Kalau ada 10 orang yang didiagnosis mengidap kanker paru, delapan orang meninggal pada tahun itu juga. Itulah kenapa kanker paru disebut kanker yang mematikan. Karena umumnya di seluruh dunia, kanker paru ketemunya sudah stadium lanjut jadi tidak bisa dilaksanakan terapi secara maksimal.

Seperti kita tahu, penyebab utama dari kanker paru adalah rokok. Namun, tidak semua perokok terkena kanker paru dan bukan berarti orang yang tidak merokok bebas dari kanker paru. Perokok aktif berisiko 13,6 kali lipat. Sementara perokok pasif berisiko empat kali lipat terkena kanker paru. Dalam penelitiandi Australia, rokok meningkatkan kerusakan sel paru dan membuat sel punca basal lebih aktif sehingga meningkatkan mutasi. Meski begitu, ada juga perokok aktif yang tidak terkena kanker paru dan ada perokok pasif yang terkena kanker paru. Bagaimana itu bisa terjadi?

Mari kita bahas satu persatu. Perokok, tapi tidak kena kanker paru , ada beberapa faktor risiko penyebab kanker paru. Seseorang yang berusia di atas 40 tahun berisiko lebih tinggi. Namun, umur tak selalu menjadi patokan. Elisna menyebut, beberapa tahun terakhir sering ditemukan pengidap kanker paru yang usianya masih 30 tahunan. Selalu ada potensi tumbuhnya sel kanker paru di dalam tubuh manusia. Namun, hal itu bisa disembuhkan oleh tubuh dengan sendirinya.

Setiap waktu, manusia menarik dan mengeluarkan napas. Dalam momen tertentu terdapat mukosa atau selaput lendir di saluran pernapasan dari hidung hingga ke bronkus yang rusak. Kalau jumlahnya sedikit, tubuh masih bisa memperbaikinya. “Kalau ada yang slip, dia menjadi tidak normal, yaitu bibit-bibit kanker. Tapi, tidak segampang itu menjadi kanker. Ada mekanisme tubuh sendiri untuk menghilangkan yang tidak normal tadi. Maka tidak semua orang terkena kanker.

Meski begitu, bagi Anda yang merokok jangan lantas bersantai dan tidak memikirkan risiko yang akan terjadi. Risikonya tetap lebih besar pada perokok.

. Hal ini memicu terjadinya sel kanker paru  perokok salah mengartikan rendahnya kandungan nikotin (pada rokok). Ketika melihat label tersebut, perokok cenderung merasa lebih aman dari penyakit dan mengonsumsi lebih banyak rokok. Nyatanya, nikotin hanya salah satu zat karsinogen yang memicu terjadinya kanker paru. “Nikotin itu lebih dominan kepada adiksi atau kecanduannya. Semakin lemah kadar yang diberikan, orang yang ketagihan jadi cenderung merokok lebih banyak. Akibatnya, iritasinya lebih banyak, dan risikonya lebih tinggi,” kata Elisna. Jika Anda sadar dan ingin berhenti merokok agar sehat, itu adalah pilihan tepat.

Dibutuhkan waktu setidaknya 15 tahun setelah berhenti merokok agar kondisi paru sama dengan orang yang tidak merokok. Bukan perokok, tapi kena kanker paru kanker paru tidak hanya menyerang perokok aktif saja. Menurut data di Inggris, ada sekitar 6.000 orang bukan perokok yang didiagnosis kanker paru setiap tahunnya. Menariknya, kebanyakan pasien kanker paru dan bukan perokok adalah wanita. Namun, belum ada yang dapat memastikan apa penyebab wanita yang tidak merokok juga bisa terkena kanker paru.

Ahli menduga, hal ini ada kaitannya dengan faktor genetik yang dikombinasikan dengan paparan zat pemicu kanker seperti asbestos, gas radon, bahan pelarut, asap buangan mesin diesel, juga paparan asap orang lain. Indonesia (FKUI) mengatakan, perokok pasif yang terkena kanker paru umumnya memiliki ciri khas woman, Asian, dan nonsmoker.

Leave a Reply