Stres Bisa Dikekola Tidak Perlu Dihindari

LIFESTYLE

Stres berkepanjangan dan tak tertangani dengan baik justru bisa menimbulkan masalah. Stres menandai seseorang bahwa dia hidup. Namun,pada dasarnya ada dua cara menangani stres, secara emosional dan problem solver (memecahkan masalah).

Cara emosional lebih kepada pengalihan saat stres, seperti pergi ke mal, nonton film favorit, hingga mendengarkan musik ketika bekerja. Seseorang baru merasa lebih lega jika melakukan kegiatan tersebut.

Cara kedua, kata Harmoni, adalah memecahkan masalah, di mana seseorang yang dalam kondisi stres langsung ‘menabrak’ masalah tersebut untuk diselesaikan. “Agar lebih baik, dua cara itu harus berjalan dan dilakukan bersama,”  Selain dua kelompok cara tersebut, terdapat beberapa cara sederhana lain untuk mengelola stres. Disarankan melakukan teknik pernapasan 4-2-6, tarik napas empat hitungan, tahan dua hitungan, kemudian lepaskan enam hitungan. Lakukan cara tersebut berkali-kali, terutama saat stres. “Sebab saat stres, kita seringkali lupa bernapas, sehingga teknik pernapasan ini memaksa kita untuk bernapas.

“Saat bernapas, oksigen masuk ke otak dan cara itu bisa membuat lebih rileks dan rasionala. Ada beberapa cara lain ketika stres mendera, seperti melakukan aktivitas fisik yang berfungsi untuk mengembangkan psikomotorik. Dia cukup menjawab ‘iya’ dan ‘oh gitu’. Cara seperti itu untuk merasa didengar,” ujar Jakoep. Hal lain yang bisa dilakukan adalah menyendiri dan tidak menemui siapa pun. ‘Me time’ ini berfungsi agar kita lebih dekat dengan diri sendiri. Terakhir adalah self exploration, antara lain ke rumah ibadah, berdoa yang erat berkaitan dengan Spiritual Quotient (SQ).

“Yang tidak boleh dilakukan saat stres adalah berkumpul juga dengan orang yang mengalami stres juga,” kata Jakoep. Sebab, berkumpul dengan orang yang mengalami stres juga akan berdampak buruk.

Leave a Reply