Strategi Bakpia Japon Bertahan Dalam Ketatnya Persaingan Bisnis di Yogyakarta

EKONOMI

Proses pembuatan Bakpia Japon di Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bertandang ke Yogyakarta, sayang jika dilewatkan oleh-oleh bakpia, camilan khas daerah yang biasa terbuat dari kacang hijau. Seperti Selengkapnya, Yogyakarta bagai surganya bakpia dengan berbagai merk, dari yang murah hingga mahal. Rasa yang ditawarkan pun beragam, selain asli, ada pula yang rasa cokelat, keju, hingga durian. Salah satu unit usaha mikro kecil yang bersosialisasi di tengah-tengah persaingan bisnis bakpia adalah Bakpia Japon. Produksi bakpia tersebut dilakukan di Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilik Bakpia Japon, Dwianto (38) sudah 9 tahun bergabung dengan program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) milik PT Permodalan Nasional Madani. Sebelum meminjam untuk modal, bakpia itu hanya dijajakan berkeliling menggunakan sepeda. Sesekali menerima pesanan dari tetangga untuk acara. Namun, modal yang mereka berikan tidak banyak. “Kami gabung ke PNM untuk membuang modal bahan baku,” ujar Dwianto. Sebelum meminjam modal dari PNM, dalam satu bulan hanya memproduksi 10-20 sak tepung. Satu sak tepung dapat menghasilkan 4.000 butir bakpia. Kini Bakpia Japon bisa mengolah tiga sak tepung perhari.

Saat hari raya, Bakpia Japon menerima pesanan lebih banyak, hingga delapan sak tepung. Dwianto mengatakan, usahanya terus berproduksi setiap hari. Kekalahan saat Lebaran, pegawai diliburkan satu hari. Dengan modal yang diperoleh tersebut, Bakpia Japon kini memiliki mesin penggiling kulit dan peralatan memanggang. Untuk sasaran penjualan, Bakpia Japon sangat memproduksi untuk hajatan. “Soalnya jika untuk toko banyak sortiran. Kalau hajatan kan langsung habis,” kata Dwianto. Saat ini, Dwianto memiliki 25 pegawai. Jumlahnya turun semenjak mulai membangun usaha yang lebih besar pada tahun 2009, yaitu sekitar 35-40 pekerja. “Sekarang saingannya banyak,” kata dia. Keunikan rasa Setiap butir bakpiaihir Rp 1.000. Dalam satu kemasan isi 15 lingkaran Rp 14 dan isi 20 seharga Rp 18.000. Harga tersebut relatif lebih murah dibandingkan dengan bakpia merk lainnya yang dijual di toko oleh-oleh. Meski murah, Dwiatno memastikan kualitas tetap jadi prioritas. Ia mengatakan, perbedaan Bakpia Japon dengan bakpia lain pada rasa dan tekstur. Isian kacang hijaunya lebih padat dan terasa lebih manis. Saat ini digigit isiannya tidak buyar. Rasanya juga variatif, mulai dari asli, cokelat, keju, hingga durian. “Kalau tidak ada pesanan, hanya rasa asli (kacang hijau),” kata Dwianto. mulai dari asli, coklat, keju, hingga durian. “Kalau tidak ada pesanan, hanya rasa asli (kacang hijau),” kata Dwianto. mulai dari asli, coklat, keju, hingga durian. “Kalau tidak ada pesanan, hanya rasa asli (kacang hijau),” kata Dwianto.

Dwianto mengaku, juga beberapa kali mendapat pesanan dari keraton Yogyakarta. Selain dijual di toko oleh-oleh, Bakpia Japon juga dipesan oleh merk lain. Jadi bakpia yang adalah bakpia Japon, namun dipasarkan dengan merk lain yang lebih mahal. “Bakpia pathok dan kadang ngambil ke sini,” kata dia. Seiring bertumbuhnya usaha Bakpia Japon, kondisi finansial Dwiatno dan keluarga membaik. Yang hanya bermodal sepeda, kini mereka memiliki dua mobil pribadi dan dua mobil khusus dari bakpia.

Slimming Candy (Permen Pelangsing) http://idx8.xyz/r/1180/63739/

Masker Wajah (Skinlight Spirulina)   http://idx7.xyz/r/1198/63739/    

Cara mudah untuk membuat situs web sendiri: https://client.dewaweb.com/aff.php?aff=2
Kartu chip ajaib penghemat pulsa   http://idt8.com/r/1253/63739

http://idt8.com/r/1447/63739/

Leave a Reply