Sambut Pertemuan IMF-Bank Dunia, Kapal di Pelabuhan Benoa Ditertibkan

Aktivitas kapal di Pelabuhan Benoa, Bali, Sabtu (18/6/2011). Pelabuhan yang menjadi salah satu tujuan kapal pesiar tersebut perlu ditingkatkan infrastrukturnya sehingga memudahkan kapal untuk sandar.

Pemerintah akan menertibkan ratusan kapal yang bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali. Penertiban kapal ini dalam rangka penyelenggaraan acara International Monetary Fund (IMF) – World Bank (WB) Annual Meeting yang akan diselenggarakan di Bali, bulan Oktober mendatang. Deputi III Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim), Ridwan Djamaluddin mengatakan, terdapat 222 kapal yang bersandar di Pelabuhan Benoa yang masih belum ditertibkan. Ini akan mengganggu pemandangan pada saat delegasi melintasi jembatan Teluk Benoa. “Kami lakukan supaya pelabuhannya aman dan lebih rapi. Kami mau rapi pada waktu acara pertemuan IMF-Bank Dunia,” ujarnya seusai rapat di Kemko Maritim, Senin (20/8/2018). Selain itu, penertiban ini juga dilakukan untuk menghindari terjadinya kebakaran kapal. Belum lama ini kebakaran kapal pernah terjadi di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, sebanyak 40 kapal hancur terbakar lantaran korsleting listrik. Menurut Ridwan, dengan kondisi kapal yang berdesak-desakan seperti saat ini akan menyulitkan jika suatu saat nanti terjadi kebakaran. “Pelabuhan itu kan pelabuhan oprasional. Kami mau lebih aman, nanti kalau ada kebakaran bingung,“ tambahnya. Dia mengakui, hanya Pelabuhan Benoa saja penertiban kapal dilakukan, termasuk kapal yang aktif, dan memiliki izin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares