Rahasia Dagadu Jalankan Bisnis hingga 24 Tahun

Pendiri Dagadu, Ahmad Noor Arief, saat acara The Big Start Indonesia Season 3 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Jumat (27/7/2018).

Berawal dari usaha patungan para mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM), bisnis asal Yogyakarta dengan nama Dagadu hingga saat ini sudah jalan 24 tahun. Selama perjalanannya hingga mendapatkan posisi sebagai salah satu ikon Jogja, ada banyak pasang surut dan tantangan yang berhubungan dengan cara itu. PT Pendiri Pendiri Aseli Dagadu Djokdja, Ahmad Noor Arief, Penulisanwa bersama teman-teman bisa langgeng sampai sekarang. Salah satu yang terbesit dalam benak Arief yang berisi dilontarkan pertanyaan seperti itu adalah soal konsistensi. “Kami berusaha konsisten dengan apa yang kami pilih. Dagadu harus berasosiasi dengan Jogja,” kata Arief saat berbincang dengan Kompas.com di acara The Big Start Indonesia Season 3 yang diselenggarakan Blibli.com di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta,

Habis Ribuan Gelas Tiap Hari, Berapa Omzet yang Diraih Kopi Tuku? Sikapkonsamaan ini berujung pada bagaimana Dagadu mengatur strategi ke depan, baik untuk membesarkan usaha tersebut maupun dalam hal ekspansi bisnis. Dagadu yang sudah sangat melekat dengan Jogja, membuat mereka tidak membuka cabang di luar daerah tersebut. Selain itu, posisi Dagadu yang sudah diasosiasikan dengan Jogja dimanfaatkan untuk membuat kampanye yang berdampak positif. Arief menyebut, Dagadu merupakan pihak yang membangun slogan “Kapan ke Jogja Lagi?”, Di mana jawab slogan ini cukup ramai, meskipun diwajibkan oleh salah satu kelompok musisi untuk digunakan. Setelah konsisten, Dagadu bisa berkembang juga karena terus berkembang zaman. Jika saat awal-awal dilakukan tahun 1994 lalu ide hanya dipikirkan oleh para pendiri, sekarang di Dagadu sudah ada tim kreatif yang mendukung berbagai macam bentuk inovasi. “Kalau dulu kami memikirkan semuanya sendiri, tapi sekarang kami sudah punya tim kreatif. Ada sembilan orang di studio kreatif, memang macam-macam inspirasinya. Ada yang dari buku, dari film, ada yang berangkat ke kantor ketemu hal apa, pemutaran apa, di situlah muncul inspirasinya, “tutur Arief.

Ranjang 69, Kisah Jungkir Baliknya Usaha Mi Ramen Pemuda Kembar Hal lain yang tidak kalah penting menurut Arief adalah soal publikasi. Dia mengakui, sangat tidak dikenal, perkembangan bisnis Dagadu banyak terbantu oleh publikasi melalui media massa. Jika disandingkan dengan saat ini, tentu cara mainnya sudah berbeda karena ada platform e-commerce yang menjadi pilihan konsumen untuk pembah. Meskipun demikian tempat e-commerce yang mirip dengan toko, Arief memiliki toko atau kios fisik tetap penting. Penting karena karakter pembeli di Indonesia yang sebagian besar membutuhkan info cepat secara langsung. “Pengalaman itu penting. Misalnya, kuliner, tidak semata-mata rasa, tetapi juga soal suasana,” ujar Arief.

Slimming Candy (Permen Pelangsing) http://idx8.xyz/r/1180/63739/

Masker Wajah (Skinlight Spirulina)   http://idx7.xyz/r/1198/63739/    

Cara mudah untuk membuat situs web sendiri: https://client.dewaweb.com/aff.php?aff=2
Kartu chip ajaib penghemat pulsa   http://idt8.com/r/1253/63739

http://idt8.com/r/1447/63739/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares