Perjuangan Mark Cuban Jadi Miliarder, Jual Susu Bubuk hingga Buka Bar

Uncategorized
Mark Cuban
Mark Cuban (biography.com)

Kesuksesan tak datang secara instan. Miliarder Mark Cuban pernah merasakan ini. Sebelum menjadi miliarder pada 1999, ia mengalami serangkaian kegagalan. Tetapi, kesalahan masa lalu bukan jadi persoalan dan penghalang baginya tetap maju.

“Tidak peduli berapa kali Anda mengalami keterpurukan,” kata Cuba pada Barstool Sports  dalam podcast yang bertajuk “Pardon My Take” seperti mengutip lama CNBC, Forbes, Dallas Morning News dan lainnya, Kamis (13/2/2020).

“Anda hanya harus berhasil sekali. Kemudian semua orang mengatakan kepada Anda betapa beruntungnya Anda,” lanjut dia.

Mark Cuban mengatakan orang hanya fokus pada keberhasilan besar Anda. Dia pertama kali menjual start-up MicroSolutions pada 1990 ke CompuServe dengan nilai USD 6 juta atau setara Rp 81,9 miliar.

Sembilan tahun kemudian menjual Broadcast.com ke Yahoo dengan nilai USD 5,7 miliar atau senilai Rp 77,7 triliun rupiah di saham.

Namun, banyak cerita menarik di balik perjuangan Cuban dalam meraih kesuksesannya. Terkena kegagalan berkali-kali dalam mejalani usahanya, bagaimana ceritanya? Cuban membagikan ceritanya.


Gagal Pertama Saat di Perguruan Tinggi.

Mark Cuban.
Mark Cuban

Kegagalan pertama saat Cuban merintis bisnis bar. “Aku mulai bisnis Bar, Motley’s pub, ketika aku bahkan belum memasuki usia legal secara hukum, yaitu musim panas sebelum masuk tahun sebagai di Indiana University,” ia menulis dalam bukunya “How to Win at The Sport of Business: Jika Saya Bisa Melakukannya, Anda Bisa Melakukannya.”

Bar kampus dibuat dengan tujuan untuk menjaring pelanggan di bawah umur. Sayang bisnisnya ini kemudian tutup, mengutip Dallas Morning News.

“Tidak ada yang benar-benar bertanya padaku bagaimana itu terjadi. Semua berjalan baik sampai saat kami mendapat intervensi untuk membiarkan anak berusia 16 tahun menang dalam konteks T-shirt basah. (Saya bersumpah saya memeriksa ID-nya, dan itu bagus!),” tulisnya dalam buku “How to Win at The Sport of Business”

Setelah lulus dari Indiana University pada 1981, Cuban diketahui berhenti atau dipecat dari tiga pekerjaan langsung.

Kemudian pada usia 22, Cuban pindah kembali ke kota kelahiran Pittsburgh. Dia pun mendapat pekerjaan di Mellon Bank. Meski kembali lagi berhenti karena tidak suka dengan sang CEO.

Dia juga bekerja untuk waralaba Tronics 2000, tapi pekerjaan itu tidak berjalan baik bagi dirinya. Kemudian Cuban pindah ke Texas dan mencoba untuk memulai bisnis penjualan susu bubuk, yang lagi-lagi gagal.

Kegagalan lain terjadi, saat Cuban mencoba peruntungan pada perusahaan komputer perangkat lunak. Dia dipecat karena menutup kesepakatan tanpa persetujuan dari CEO.

Kegagalan kali ini ternyata membawa berkah, dari sini dia memulai perusahaan sistem komputer sendiri, MicroSolutions.

Saat tinggal di Dallas, Cuban tidur di lantai apartemen dengan tiga kamar tidur, bersama dengan enam orang lainnya.

Dia sering pulang ke rumah dengan lampu dimatikan. Serta harus membayar pemenuhan kebutuhan hidup dengan kartu kredit.


Kekayaan

“Tidak ada seorang pun yang bertanya padaku tentang petualangan saat saya bekerja untuk Mellon Bank, atau Tronics 2000, atau mencoba untuk memulai bisnis penjualan susu bubuk,” ia menulis dalam bukunya “How to Win at The Sport of Business.”

“Mereka tidak bertanya padaku tentang bagaimana cerita dipecat dari pekerjaan di Your Software Business karena lebih memilih menutup penjualan daripada membuka toko. Tidak seorang pun pernah bertanya padaku bagaimana perjuangan merintis bisnis MicroSolutions,” kata dia.

Tapi menurut Cuban, dari semua hal tersebut, yang penting adalah kesuksesan walaupun itu hanya sekali terjadi.

“Tidak peduli berapa kali Anda menerjang kegagalan,” tulisnya dalam bukunya. “Untuk menjadi sukses, Anda hanya harus berhasil sekali.”

Hari ini, Kuba miliki total kekayaan USD 4,1 miliar yang senilai dengan Rp 55,9 triliun menurut Forbes.

Leave a Reply