Peneliti Sebut Virus Korona Wuhan adalah Rekombinan Kelelawar dan Ular

HOT NEWS

https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 24 481 2157684 peneliti-sebut-virus-korona-wuhan-adalah-rekombinan-kelelawar-dan-ular-RYMsLkwhEM.jpgIlustrasi. (Foto: Shutterstock)

PARA ilmuwan memang masih meneliti penyakit misterius yang disebabkan oleh virus korona China. Mereka pun menamai virus tersebut sebagai 2019-nCov.

THE National Institutes of Health (NIH) yang berlokasi di Amerika Serikat pun tengah berjuang menciptakan vaksin Virus korona yang mewabah di dataran China dan sekitarnya.

Directur of National Institutes of Allergy and Infectious Diseases Dr. Anthony Fauci menyatakan bahwa NIH sedang mengambil langkah pertama untuk pengembangan vaksin Virus korona China. Pada CNN, Fauci menjelaskan, penciptaan vaksin ini akan memakan waktu yang lama.

Pada CNN, Fauci menjelaskan, penciptaan vaksin ini akan memakan waktu yang lama.

Nah, belum lama ini sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Medical Virology, seperti dilansir dari newatlas, melaporkan studi genetik DNA virus korona. Ternyata, virus tersebut menyebar melalui ular.

Informasi baru dari analisis evolusi ini sangat signifikan untuk digunakan sebagai pengendalian efektif wabah ini. Sementara itu, sebuah tim ilmuwan China mempresentasikan studi genetik pertama dari virus korona ini.

Peneliti menjelaskan bahwa virus 2019-nCoV adalah kombinasi, dari virus korona yang dikenal ada di kelelawar dengan virus korona yang belum diketahui asalnya. Virus semacam ini disebut dengan virus rekombinan.

Data tersebut memperkuat dugaan bahwa ular menjadi hewan yang memang menularkan virus korona ini. Terlebih peneliti DNA ini menyatakan, banyak ular berburu kelelawar di malam hari.

virus korona yang belum diketahui asalnya. Virus semacam ini disebut dengan virus rekombinan.

“Virus korona ini melompat dari inang spesies ke kelelawar lanjut ke ular dan akhirnya ke manusia yang kemudian menjadi masalah serius seperti sekarang. Namun, bagaimana virus ini bisa beradaptasi dengan inang berdarah dingin dan berdarah panas tetap menjadi misteri,” terang para ilmuwan.

Beberapa spekulasi pun muncul, virus korona Wuhan disebarkan melalui hewan yang dijual di sana yaitu hewan laut. Namun, informasi yang beredar juga menyatakan bahwa di pasar itu tidak hanya menjual hewan laut, tapi juga anjing, ular, burung merak, serigala, landak, hingga buaya.

Dugaan ini diperkuat dengan adanya pernyataan bahwa virus korona Wuhan pertama kali ditularkan hewan ke manusia, yang akhirnya menular antarmanusia. Penyakit virus zoonosis seperti ini bisa terjadi karena evolusi virus dari hewan, kemudian bermutasi genetik lompat ke manusia

Leave a Reply