Pasca pengumuman Jokowi-Ma’ruf Amin, Mahfud MD Habis Waktu di Kantor

POLITIK

Infografik Profil Mahfud MD

Setelah Presiden Joko Widodo dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mendeklarasikan diri sebagai pasangan capres dan cawapres pada Kamis (9/8/2018), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD tampak menghabiskan sebagian waktunya di kantor. Adapun kantornya disebut MMD Initiative Justice and Democracy yang berlokasi di Jalan Kramat 6, Jakarta. Pantauan Kompas.com , berfikir kantor sepi. Tidak tampak keramaian. Hanya ada beberapa orang yang berada di dalam dan halaman kantor. Namun, Kompas.com dan satu direktur TV lainnya untuk masuk ke ruang Mahfud.

Sekitar pukul 10.10 WIB, Mahfud tampak keluar didampingi sejumlah asistennya. Dengan cetak coklat, ia tersenyum dan menyapa Kompas.com dan satu orang yang telah melaporkannya di teras kantornya. Namun, saat ditanya soal batalnya sebagai jawapan yang disebut sebagai cawapres Jokowi , ia enggan membahasnya. Mahfud mengatakan, ia sudah banyak berbicara tentang hal-hal tersebut, baik di media massa maupun lewat akun Twitter-nya. “Enggak ada lagi yang perlu diomongin. Kan sudah. ​​Enggak usah,” kata Mahfud sembari tersenyum, Jumat (10/8/2018).

Hanya Mengaku Kaget Kompas.com dan satu wartawan TV di mana-mana yang bisa mengajak Mahfud Berbicara. Namun, Mahfud menolak dan langsung mobil Toyota Corolla berwarna hitam dengan plat nomor B 1083 RFS. Mahfud tak lipat ke mana ia akan pergi siang ini. Bicara lewat Twitter Melalui akun Twitter-nya @mohmahfudmd sekitar 2 jam lalu, ia cukup menjelaskan banyak hal yang terkait dengan keputusan Jokowi menunjuk Ma’ruf Amin sebagai cawapres. Ia bahkan mengungkapkan, ada pesan melalui SMS, WhatsApp, dan media sosial lainnya yang diterima Mahfud. “Sy Minta maaf dan berterimakasih kpd masyarakat yang mengirim pesan / pertanyaan dan simpati kpd sy terkait hasil Pak Jkw memilih KH Makroef Amin sbg cawapresnya. Ada ribuan WA, SMS, Twitter, dll. Sy minta maaf krn sy hanya bs membaca tanpa bs Jawab 1 persatu, ” tulis Mahfud. Mahfud menjelaskan, hasil Jokowi merupakan realitas politik yang tak terhindarkan. Ia tak kecewa dengan putusan tersebut. Ia memaklumi pilihan Jokowi. “Sy memaklumi pilihan itu sulit dihindarkan. Sy bilang, Pak Jkw tak perlu metass bersalah. Itu hak beliau utk memutuskan yang terbaik,” tulisnya. Yang terpenting, kata dia, Indonesia harus diperintah dengan baik. Keberlangsungan Indonesia lebih penting dari beban namanya dan Ma’ruf Amin. “Scr agama, sy dkk sdh tapi Tuhan jua yg menentukan. Tidak ada daya atau hal yg bs diberdayakan tanpa izin Allah,” tulis dia. Mahfud menilai keputusan Jokowi sudah sesuai dengan hak dan ketentuan konstitusional. Ia meminta semua pihak yang menerima itu sebagai kesadaran konstitusional. “Mari kita terus dgn rumah NKRI. NKRI adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita bangsa Indonesia. Ikuti trs pros2 konstitusional yg berlaku,” tulisnya. Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Leave a Reply