Lewat Gula, Fatkhur Bebaskan Petani Nira dari Jeratan Tengkulak

EKONOMI

Organic Brown Sugar Hadir di The Big Start Indonesia Musim 3, Bali, Sabtu (4/8/2018)

Sebagian besar penduduk Desa Malaya, Kabupaten Jembrana, Bali berpofesi sebagai petani nira. Mayoritas penduduknya mengandalkan gula merah batokan sebagai hari-hari mereka. Para penduduk desa menjual produksi mereka ke para tengkulak dengan harga yang murah. Adalah Fatkhur Rohman, seorang pemuda 27 tahun yang tergelitik untuk membantu mengangkat ekonomi masyarakat desa lebih baik. Dia melihat produksi penduduk yang tinggal di tempat merah putih itu harusnya bisa lebih bervariasi. Mereka akan lebih baik.

“Awalnya mereka para petani terjerat tengkulak. Gula mereka dijual dengan harga yang sangat murah bahkan di bawah HPP (harga pokok penjualan) dan merugi, ”ucap dia pekan lalu ke Kompas.com. Dia pun menggandeng salah satu lembaga amil zakat di Bali yaitu Dompet Sosial Madani untuk memberdayakan ekonomi masyarakat di sana dengan produksi gula merah batokan menjadi gula semut atau gula merah. Kemudian, Fatkhur juga mengedukasi para petani agar membuat gula merah tanpa pengawet sintetis, kualitas plasma yang dihasilkan lebih baik dan aman dikonsumsi. Dia pun mulai membujuk para petani agar tidak menjual produknya ke tengkulak dengan harga murah. “Lalu kami kompakkan petani agar tidak mau beli gulanya oleh tengkulak dengan harga yang murah, karena gulanya juga lebih berkualitas. Dengan itu juga kami beli gulanya dengan harga yang layak, “Tutur Fatkhur. Selanjutnya, gula merah ini lebih banyak diolah dan dirancang agar bisa lebih tinggi dengan gula organik dan kemasan dengan merek Gula Semut Bali, dapat menarik para pembeli lebih banyak.

Menurut dia, harga jual gula semut lebih tinggi dapat membuat pengusaha lebih sejahtera. Tidak hanya membantu para petani, dia juga memberdayakan Ibu-ibu di sana dapat dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Dia membeberkan, bahwa produk gula merah organik memiliki kadar gula rendah namun tetap bernutrisi tinggi. Cocok untuk diet sehat dan aman untuk penderita diabetes. Selain fokus untuk mengangkat segi ekonomi, para petani juga mendapatkan keuntungan karena mereka sangat tinggi. Fatkhur mengungkapkan karena di tahun 2016, produk masih ada di Bali. “Paling banyak di Bali, ke pelanggan perorangan untuk konsumsi, dan juga kebutuhan industri rumahan. Di toko-toko organik, reseller, dan marketplace online, ”ujar Fatkhur Pria asal Banyuwangi ini membanderol harga gula semut sekitar Rp 25.000 hingga Rp 50.000. Setiap bulan pihaknya bisa mengantongi omzet hingga Rp 35 juta. “Jual kisaran 350 kg sampai 1.000 kg,” ujar Fatkhur. Ke depan, dia pun berencana untuk mengembangkan produknya dengan membuat sirup nira dan kecap sehat. “Nira kelapa, ke depan tidak hanya bisa gula semut saja. Produk selanjutnya yang kami kembangkan adalah Sirup Nira dan kecap sehat. Produk turunan dari Nira (bunga Kelapa) ini bisa menjadi pilihan makanan sehat dan berkualitas, ”tambah Fatkhur. Penulis Putri Syifa Nurfadilah Editor Erlangga Djumena MENANDAI: gula semut petani nir Produk selanjutnya yang kami kembangkan adalah Sirup Nira dan kecap sehat. Produk turunan dari Nira (bunga Kelapa) ini bisa menjadi pilihan makanan sehat dan berkualitas, ”tambah Fatkhur.

Slimming Candy (Permen Pelangsing) http://idx8.xyz/r/1180/63739/

Masker Wajah (Skinlight Spirulina)   http://idx7.xyz/r/1198/63739/    

Cara mudah untuk membuat situs web sendiri: https://client.dewaweb.com/aff.php?aff=2
Kartu chip ajaib penghemat pulsa   http://idt8.com/r/1253/63739

http://idt8.com/r/1447/63739/

Leave a Reply