Lagi OJK Temukan 120 Fintech Ilegal

BISNIS EKONOMI
Ilustrasi OJK
Ilustrasi OJK (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI) kembali menemukan ratusan fintech peer to peer lending atau platform pembayaran pinjaman online yang dinilai ilegal.

Kali ini, ada 120 entitas fintech peer to peer lending dan 28 entitas penawaran investasi tanpa izin yang dimusnahkan oleh OJK.

“Banyak kegiatan fintech peer to peer lending ilegal pada website, aplikasi atau penawaran melalui sms yang beredar. Masyarakat selalu kami minta waspada agar memanfaatkan daftar fintech peer to peer lending yang terdaftar di OJK,” ujar Ketua SWI Tongam Lumban Tobing, mengutip keterangan resmi, Jumat (31/1/2020).

Adapun rincian 28 entitas penawaran ilegal yang dihentikan operasionalnya terdiri dari 13 Perdagangan Forex tanpa izin, 3 penawaran pelunasan hutang, 2 Investasi money game, 2 Equity Crowdfunding Ilegal, 2 Multi Level Marketing tanpa izin, 1 Investasi sapi perah 1 Investasi properti, 1 pergadaian tanpa izin, 1 platform iklan digital, 1 Investasi cryptocurrency tanpa izin dan 1 Koperasi tanpa izin.

SWI juga menyampaikan bahwa terdapat 3 entitas yang ditangani Satgas telah mendapatkan izin usaha yaitu PT Dxplor Duta Media, PT Indonesia Wijaya Sejahtera, dan PT Makin Jaya Agung. Perusahaan telah memperoleh izin usaha untuk melakukan kegiatan penjualan produk dengan sistem penjualan langsung.

Sementara, 1 entitas juga telah membuktikan bahwa kegiatannya bukan merupakan fintech lending yaitu Yayasan Beruang Cerdas Indonesia, sehingga dilakukan normalisasi atas aplikasi yang telah diblokir.

Lanjut Tongam, masyarakat juga harus terus diinformasikan untuk berhati-hati memanfaatkan mudahnya penawaran meminjam uang dari perusahaan fintech peer to peer lending.

“Meminjam uang dimanapun harus bertanggungjawab untuk membayarnya. Bahayanya jika meminjam di fintech peer to peer lending ilegal masyarakat bisa jadi korban ancaman dan intimidasi jika menunggak pinjaman,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada tahun 2019, SWI berhasil menghentikan kegiatan 1494 entitas fintech peer to peer lending ilegal. Dengan begitu, sejak tahun 2018 sampai dengan Januari 2020 SWI telah menangani 2018 entitas pinjaman dan investasi ilegal.


OJK Kembali Temukan 297 Fintech Ilegal

Ilustrasi Fintech
Ilustrasi Fintech. Dok: edgeverve.com

Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menemukan fintech peer to peer lending atau pinjaman online ilegal sebanyak 297 aplikasi. Dengan demikian, jumlah fintech lending ilegal yang telah dilaporkan sejak 2018 telah mencapai 1.773 perusahaan.  

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengungkapkan fintech lending yang telah mengantongi izin OJK hanya 127 perusahaan. Sementara sisanya adalah ilegal dan jumlahnya terus bertambah.

Dia menjelaskan suburnya fintech ilegal sebab saat ini membuat aplikasi cukup mudah. Bahkan banyak diantaranya merupakan pembuat aplikasi fintech ilegal yang sudah terciduk dan membuat aplikasi baru dengan nama berbeda.

“Kenapa masih muncul? pada saat dihentikan muncul nama baru karena memang kemajuan teknologi informasi saat ini sangat memudahkan setiap orang untuk membuat situs aplikasi web,” kata dia dalam acara konferensi pers di Gedung OJK, Jakarta, Kamis (31/10).

Selain itu, Tongam mengungkapkan pergerakan pelaku fintech ilegal kian masif. Tidak hanya lewat sosial media namun sudah menyasar short message service (SMS) atau pesan singkat.

Hal itu membuat aplikasi fintech ilegal tidak hanya dapat diunduh melalui playstore namun mereka juga menyebarkan link unduhan melalui pesan SMS. Sehingga masyarakat banyak yang dapat mengunduh aplikasi fintech ilegal tersebut karena tergiur oleh iklan yang ditawarkan.

“(Sehingga) merambah ke semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Jalin Kerja Sama

20151104-OJK Pastikan Enam Peraturan Akan Selesai Pada 2015
Petugas saat bertugas di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta,(4/11/2015). Pengawas Pasar Modal OJK mengatakan pembahasan enam beleid sudah final karena tidak ada lagi perdebatan dari segi substansi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Oleh karena itu, OJK sata ini juga telah menjalin kerjasama dengan Google untuk mendeteksi sejak dini pergerakan aplikasi fintech ilegal tersebut.

Tak hanya dengan Google, OJK juga menjalin kerjasama dengan Kemenkominfo serta Bareskrim Polri untuk penindakan.

“Pada kenyataannya memang niat jahat atau para pelaku ini yang melakukan kegiatan membuat aplikasi-aplikasi ilegal dalam rangka fintech lending ini sangat sulit diatasi,” ujarnya.

“Kami melakukan deteksi sejak dini saat muncul fintech ilegal yang baru dapat info dari kominfo dan bareskrim saya minta hentikan,” tutupnya.

Berdasarkan data OJK, penyaluran pinjaman P2P lending per 31 Agustus 2019 mencapai Rp 54,7 triliun dengan jumlah peminjam 530.385 peminjam di mana 207.507 merupakan entitas serta

Ini daftar 125 fintech ilegal per November 2019

Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi terus bertindak untuk melindungi masyarakat dan hingga akhir November lalu kembali menemukan 125 entitas yang melakukan kegiatan fintech  peer to peer lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK.

“Kegiatan fintech peer to peer lending ilegal masih banyak beredar lewat website maupun aplikasi serta penawaran melalui sms. Kami meminta masyarakat untuk berhati-hati sebelum melakukan pinjaman secara online dengan melihat apakah aplikasi peer to peer lending tersebut telah terdaftar di OJK atau belum,” kata Ketua SWI Tongam L. Tobing dalam keterangannya, Selasa (3/12).

Sebelumnya, pada 7 Oktober 2019, Satgas Waspada Investasi telah menindak 133 entitas fintech peer to peer lending ilegal, sehingga total entitas fintech peer to peer lending ilegal yang ditangani Satgas Waspada Investasi sampai dengan November 2019 sebanyak 1.494 entitas dengan total entitas fintech peer to peer lending ilegal yang sudah ditindak oleh Satgas Waspada Investasi sejak tahun 2018 hingga November 2019 sebanyak 1.898 entitas.

Tongam mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk 13 kementerian/lembaga di dalam Satgas Waspada Investasi dan sejumlah pihak terkait seperti asosiasi fintech untuk mencegah masyarakat menjadi korban dari fintech peer to peer lending ilegal, antara lain dengan memperbanyak sosialisasi dan informasi mengenai bijak meminjam di fintech peer to peer lending dan membuka layanan pengaduan Warung Waspada Investasi.

“Kami mengajak semua anggota Satgas untuk semakin aktif bersama-sama melakukan pencegahan maraknya fintech peer to peer lending ilegal dan invetasi ilegal untuk melindungi kepentingan masyarakat,” kata Tongam.

Berikut daftar fintech peer-to-peer lending tidak terdaftar atau berizin dari OJK November 2019

1 Ajaib Technologies (Platform: Ajaib – Cara Mudah Berinvestasi)  

2 Asistenkila (Palform: Asistenkila)    

3 Beruang Cerdas (Platform: Beruang Cerdas)

4 Beruang kita (Platform: Beruang kita)    

5 Robert Mejia (Platform: BeruangEmas)

6 Pt. Dana Digital Nusantara (Platform: Bondulu)

7 Boom Pitih (Platform: Boom Pitih)    

8 Boxbox (Platform: Boxbox)    

9 Bunga matahari (Platform: Bunga matahari)

10 Cahaya Terang (Platform: Cahaya Terang)    

11 Cash Aman (Platform: Cash Aman)  

12 Cash saku (Platform: Cash saku)    

13 Cepat Beruang (Platform: Cepat Beruang)

14 Cepat dana (Platform: Cepat dana)

15 Cepat Yun  (Platform: Cepat Yun)

16 Click Get (Platform: Click Get)

17 Coco Tek (Platform: Coco Tek)    

18 Dana Arisan (Platform: Dana Arisan)

19 Dana Gesit (Platform: Dana Gesi)

20 Dana Jaya (Platform: Dana Jaya) 

21 Dana langsung cair (Platform: Dana langsung cair)

22 Dana Malaikat (Platform: Dana Malaikat)    

23 KSP Mitra Sejahtera Jaya Indonesia (Platform: Dana Mitra)

24 INDAH MIRANTI (Platform: Dana Mudah : Mendapatkan pinjaman dengan mudah)

25 DANA Simba (Platform: DANA Simba) 

26 onelbro (Platform: DANAKU OK : Daftar Aplikasi Pinjaman Kredit Online)

27 DanaMall (Platform: DanaMall)

29 DanaRakyat (Platform: DanaRakyat)

30 Bonais (Platform: Di Tinggi)

31 Dompet asisten (Platform: Dompet asisten)

32 Orca Developer (Platform: Dompet Kilat Cepat Terbaru)

33 Duit Kita (Platform: Duit Kita) 

34 Duit saku (Platform: Duit saku) 

35 onelbro (Platform: DUIT TIPS : Tips Pinjaman Kredit Online)

36 Dukita Dukita 

37 Zak Mcelhannon (Platform: Easy Credit – Pinjaman Online Mudah Dan Cepat)

38 Easy Get (Platform: Easy Get)

39 Cric Champions Digital Apps (Platform: Go Easy Loan – Easy Loan Processing App)

40 Gudang Dana (Platform: Gudang Dana)     

41 Micheal Meinke (Platform: Hi Cash Pro)

42 IDompet  (Platform: IDompet)

43 Indiabulls Ventures Limited (Platform: Indiabulls Dhani: Instant Personal Loan App Online)

44 zeli (Platform: Jalur LabaPinjaman dana tunai online)

45 KSP.USAHA MITRA PEMBANTU (Platform: jubah besar)

46 Kami pinjamkan (Platform: Kami pinjamkan)

47 Kartu Puas (Platform: Kartu Puas)

48 Klik Harta (Platform: Klik Harta)

49 Central Capital (Platform: Kmobimn)

50 Koin Emas (Platform: Koin Emas)     

51 sakti developer (Platform: Ko-Ki (Akses Awal))

52 Kotak Uang (Platform: Kotak Uang)     

53 Brian miller (Platform: Kredit plus)

54 Hillis Wyatt (Platform: Kredit Tunai – Pinjam uang online)

55 KSP Kami Rupiah Kami (Platform: KSP Kami Rupiah Kami)

56 Kucing Robot (Platform: Kucing Robot)

57 Laba Inovasi (Platform: Laba Inovasi)

58 Shao qin (Platform: LionCash)

59 Macam2 (Platform: Macam2)   

60 Macem2 apk (Platform: Macem2 apk)

61 Mas Prioritas AA (Platform: Mas Prioritas AA)

62 Mauuang (Platform: Mauuang    

63 Mega expres (Platform: Mega expres)

64 Merica Pro (Platform: Merica Pro)

65 MLOAN (Platform: MLOANNN – Payday Loans online info.)

66 KSP Modal Darurat (Platform: Modal DaruratPinjaman Uang KTA Online Cair Kilat)

67 Modal pintar (Platform: Modal pintar)    

68 microteam (Platform: MoneyEngine)

69 Iron boy (Platform: MoneyStop)

70 montgomery (Platform: Mudah meminjam)

71 Mudahcash (Platform: Mudahcash)  

72 SaysTeam (Platform: Need Duit)  

73 4K Production (Platform: Online Loan Information – Fast Loan Apply)

74 Perlu modal (Platform: Perlu modal)     

75 Pesta more (Platform: Pesta more)

76 Pindana (Platform: Pindana)    

77 Alonso Sidwell (Platform: Pinjam Aja – Pinjaman Online Mudah Dan Cepat)

78 Pinjam Cepat (Platform: Pinjam Cepat)

79 Pinjam Mudah (Platform: Pinjam Mudah)

80 Pinjam Pro (Platform: Pinjam Pro)

81 Rifface Tech (Platform: Pinjam Uang Cepat Kilat Info Pinjam Cepat&Mudah)

82 TopAppShopz (Platform: Pinjaman Online. Tinggalkan Permintaan)

83 TopAppShopz (Platform: Pinjaman Tunai. Cepat)

84 Pinjamkasu (Platform: Pinjamkasu)

85 molita (Platform: PocketCash)

86 SaysTeam (Platform: Pohon Berkat)  

87 Polikit (Platform: Polikit)

88 Procash (Platform: Procash)

89 QCash (Platform: QCash)    

90 RP Cepat (Platform: RP Cepat)

91 Rupah Plus (Platform: Rupah Plus)

92 SaysTeam (Platform: RupahPlus)  

93 RupeeCircle (Platform: RupeeCircle)

94 adopt world (Platform: Rupiah Cepat – Pinjam Uang Cepat Cair Info)

95 Buat bayar utang (Platform: Rupiah Cepat Cair Advice)

96 Junior Devcash (Platform: Rupiah CepatPinjaman Uang |Kredit Handphone Tips)

97 Kyle R Reyes (Platform: Rupiah Damai)

98 57 Codebox Sdn Bhd (Platform: Saudaraku)

100 Selai (Platform: Selai)    

101 Semut saku (Platform: Semut saku)

102 Semut Saku (Platform: Semut Saku)

103 999999 Unduh  (Platform: Smart Dana)

104 Solusi Hidup (Platform: Solusi Hidup)    

105 Super Dana (Platform: Super Dana)

106 TakeLoan: Payday Loans – Personal Loans (Platform: TakeLo)

107 Teknologi Fusion (Platform: Teknologi Fusion)

108 Teresa Joslyn (Platform: Tiga pocket)

109 Tunai Awan (Platform: Tunai Awan)

110 Tunai Cepat (Platform: Tunai Cepat)

111 Tunai Cepat (Platform: Tunai Cepat)

112 gtdeyo player (Platform: Tunai Impian)

113 Oran kredit Team (Platform: Tunaipedia)  

114 Jim Hill (Platform: Uang)

115 Uang aja (Platform: Uang aja)

116 Uang cepat (Platform: Uang cepat)

117 onelbro (Platform: UANG DUIT : Daftar Pinjaman Kredit Online)

118 Jim Hill (Platform: Uang Kas Kas)

119 Uang kita (Platform: Uang kita)

120 Lisa Crane (Platform: Uang Kita – Pinjaman Tunai Cepat Online)

121 UangQU (Plattform: UangQU)

122 Emily Samwell (Platform: UATAS: Pinjaman Uang Tunai Dana Online)

 123 Uberi (Platform: Uberi)

24 Unicash (Platform: Unicash)

125 Yuk Dana (Platform: Yuk Dana)

Leave a Reply