Laba Perusahaan Pembiayaan RI Merekah di Kuartal I 2018

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri perusahaan pembiayaan (multifinance) tumbuh subur di 2018 dibanding tahun lalu. Adapun jumlah multifinance yang terdaftar resmi di OJK tercatat 191 perusahaan.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) II OJK, Moch Ihsanuddin mengatakan meski sempat diterpa isu kurang sedap, industri multifinance malah menunjukkan angka pertumbuhan cukup signifikan.

 

“Industri perusahaan pembiayaan baik dari sisi aset, profitabilitas, dan jumlah pembiayaannya termasuk NPF (Non Performing Financing) mengalami growth (pertumbuhan),” kata Ihsanuddin di Gedung OJK, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).

Dia mengungkapkan, total aset perusahaan pembiayaan tercatat sudah mencapai angka Rp 483,92 triliun hingga akhir Maret 2018. Angka ini tumbuh 7,65 persen atau Rp 34,4 triliun dibanding periode yang sama pada tahun lalu (year on year/yoy).

Selain itu, laba perusahaan pembiayaan mengalami peningkatan. Untuk tiga bulan pertama 2018, perusahaan pembiayaan membukukan laba Rp 3,74 triliun atau secara yoy naik 20,56 persen.

“Selanjutnya piutang pembiayaan juga mengalami peningkatan yoy 6,08 persen alias secara nominal meningkat Rp 24,02 triliun dengan nilai outstanding per akhir Maret Rp 419,2 triliun,” ujarnya.

Ihsanuddin mengungkapkan, multifinance memiliki banyak sumber pendanaan yang memang mayoritas berasal dari pinjaman. Pinjaman terdiri atas pinjaman luar negeri, dalam negeri, dan bisa dengan penerbitan bond atau obligasi, atau medium term note.

“Secara growth yoy juga mengalami pertumbuhan 8,40 persen. Kalau dirinci pinjaman dalam negeri Rp 179,8 triliun masih dominan atau 52,5 persen. Pinjaman luar negeri Rp 91,2 triliun atau 27 persen. Penerbitan surat berharga campur semuanya Rp 71,7 triliun atau 20,9 persen dari total pinjaman,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares