Indonesia Pesan 500 Ribu Alat Deteksi Super Cepat Virus Corona dari China

EKONOMI HOT NEWS KESEHATAN
Intip Penanganan Pasien Virus Corona di Iran
Petugas medis menguji sampel dari pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau COVID-19 di sebuah rumah sakit di Teheran, Iran, Minggu (1/3/2020). Kasus virus corona di Iran mengalami lonjakan tajam dalam beberapa hari. (Ali Shirband/Mizan News Agency via AP)

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang farmasi dan agroindustri, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) tengah melakukan kerjasama dengan China untuk mendatangkan alat pendeteksi virus Corona atau rapid test Covid-19.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyatakan, rapid test tersebut akan segera diproduksi. Nantinya, deteksi gejala awal infeksi Corona bisa muncul hanya dalam beberapa belas menit hingga 3 jam saja.

“Nanti tes Corona ini bisa keluar dari rapid test hanya beberapa belas menit hingga 3 jam maksimal. Kita sudah pesan 500 ribu,” kata Arya dalam teleconferens di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Lebih lanjut, pihaknya saat ini masih menunggu izin dari Kementerian Kesehatan terkait hal ini. Adapun izin sudah diajukan pada 10 Maret 2020 kemarin.

Untuk kisaran harga, Arya menyatakan belum mendapat rinciannya. Yang jelas, jika alat rapid test ini sesegera mungkin didatangkan, maka permasalahan penyebaran virus Corona selama ini akan teratasi.

Tanpa alat ini, tes deteksi virus Corona bisa memakan waktu hingga 2 hari.

“Ini memang bukan memberi diagnosa akhir, tapi untuk mencari kepastian gejala awal. Kalau memang ada gejala bisa langsung ke lab dokter,” ujar Arya.


Virus Corona Tak Ganggu Program Sejuta Rumah 2020

BTN Salurkan Lebih dari 735 Ribu Rumah Bersubsidi
Suasana Perumahan Griya Samaji, Cieseng, Bogor, Rabu (19/2/2020). Bank Tabungan Negara (BTN) pada 2019 telah merealisasikan 735.000 rumah dalam Program pemerintah satu juta rumah dengan kredit kepemilikan rumah bersubsidi sekitar Rp 111 trilyun. (merdeka.com/Arie Basuki)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan melakukan pemantauan program Sejuta Rumah melalui saluran teleconference.

Dalam kesempatan itu, diumumkan bahwa Kementerian PUPR mencatat capaian Program Sejuta Rumah per 16 Maret 2020 mencapai angka 115.590 unit rumah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami akan terus melaksanakan dan memantau pelaksanaan Program sejuta Rumah meskipun saat ini sedang mewabah Virus Corona di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, Rabu (18/3/2020).

Khalawi menambahkan, program Sejuta Rumah akan tetap dilaksanakan oleh Kementerian PUPR sesuai dengan target yang telah ditetapkan. 

Meskipun demikian, dirinya juga menghimbau kepada para pegawai di pusat maupun daerah serta mitra kerja di bidang perumahan untuk tetap menjaga kesehatan guna terhindar dari virus corona sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terkait dengan capaian program Sejuta Rumah, Khalawi menerangkan menurut data yang dimiliki Kementerian PUPR, capaian program sejuta rumah per 16 Maret 2020 mencapai angka 115.590 unit. Capaian tersebut terdiri dari pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 88.155 unit dan masyarakat non-MBR 27.435 unit.

“Salah satu program pembangunan di awal tahun ini yang kami dorong adalah Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Melalui rumah yang sehat dan layak huni setidaknya masyarakat bisa tetap tinggal dan bekerja dari rumah sehingga terjaga kesehatannya dan diharapkan dapat terhindar dari virus corona wabah corona seperti sekarang,” tuturnya.  


Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Leave a Reply