Pemerintah Menghimbau Konversi Devisa Hasil Ekspor ke Rupiah

EKONOMI

 

Pemerintah bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus mengimbau eksportir mengonversi Devisa Hasil Ekspor (DHE) mereka ke dalam rupiah. Salah satu yang terus dilakukan adalah dengan mendorong eksportir melakukan repatriasi atau pengalihan dana ke dalam negeri. “Kami juga bersama BI akan minta suplai dollar AS, dalam hal ini tidak hanya dari repatriasi, tapi juga digunakan sebagai suplai dari devisa di dalam negeri sehingga transaksi bisa seimbang antara supply dan demand.

Sri Mulyani juga memastikan pihaknya terus mengimbau para eksportir untuk melaksanakan transaksi yang berhubungan dengan kegiatan perusahaannya menggunakan rupiah. Dia mencontohkan, selama ini masih ada sejumlah perusahaan yang bertransaksi memakai dollar AS, padahal transaksi dilakukan dengan pihak ketiga yang berbasis di Indonesia. “Seperti beberapa perusahaan pertambangan yang kontraktornya ternyata dibayar pakai dollar AS, padahal mereka adalah kontraktor dalam negeri.

Selain langkah-langkah tersebut, pemerintah masih akan mencari cara dan instrumen lain yang tujuannya mengurangi penggunaan dollar AS yang tidak perlu di dalam negeri. Dengan begitu, pemerintah bisa memperkuat cadangan devisa dan penerimaan devisa dari berbagai sektor juga dapat memperkuat kondisi ekonomi di dalam negeri. Posisi cadangan devisa hingga akhir Agustus 2018 tercatat sebesar 117,927 miliar dollar AS. Posisi ini lebih rendah dibandingkan akhir Juli 2018 sebesar 118,3 miliar dollar AS .  Cadangan devisa akhir Agustus setara dengan pembiayaan 6,8 bulan impor atau 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan masih ada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Leave a Reply