Garuda Indonesia Tak Yakin Bisa Capai “Break Event” di Tahun Ini

Pesawat Garuda terparkir di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (15/3/2018).

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury mengungkapkan akan menghitung ulang kinerja mereka hingga akhir tahun 2018. Sebagai akibat dari mereka, mereka dapat mengubah (dalam jumlah yang seimbang) dalam laporan keuangan mereka, namun tidak yakin target itu akan tercapai. “Tentunya dengan peningkatan bahan bakar yang saat ini bisa mencapai 15 persen dan adanya depresiasi rupiah, mungkin kami perlu melakukan perhitungan ulang, apakah masih dapat merusak bahkan sebelumnya,” kata Pahala saat ditemui di Menara BCA, Kamis (9/8/2018) . Berdasarkan capaian semester I 2018, Garuda Indonesia masih melaporkankan kerugian bersih sebesar 114 juta dolar AS yang turun signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebesar 284 juta dolar AS.

Garuda Indonesia juga meraih pertumbuhan 5,9 persen selama enam bulan pertama tahun ini, yaitu 1,9 miliar dolar AS dari periode yang sama sebelumnya tahun 2017 sebesar 1,8 miliar dolar AS. Meskipun demikian, harga barang sangat terjangkau dan depresiasi nilai tukar rupiah, Pahala terus berusaha di internal Garuda Indonesia agar tetap memiliki kinerja yang baik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memuaskan untuk kegiatan-kegiatan yang bisa menyebabkan. “Kami akan meningkatkan utilisasi proyek dan upaya untuk penyewaan pesawat yang kami miliki. Lalu kualitas produk kami, terutama OTP (On Time Performance),” tutur Pahala. Selain itu, Garuda Indonesia juga mendorong diversifikasi pendapatan di luar kegiatan penerbangan. Penguatan fasilitas dari sektor katering, Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) di GMF, hingga kargo. “Kami terus bekerja GMF terus meningkat. Di luar pendapatan seperti uang, diharapkan tahun ini bisa tumbuh di atas 10 persen. Kalau bisa di atas 15 persen,” ujar Pahala. PenulisAndri Donnal Putera EditorBambang Priyo Jatmiko TAG: Garuda Indonesia Berita Terkait Kinerja Garuda Indonesia Terdongkrak Libur Panjang di Semester I 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares