Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat Presiden ADB Puji Kepemimpinan Jokowi

EKONOMI

Mengenai depresiasi atau pelemahan nilai tukar rupiah, disebut Nakao bukan disebabkan dari kondisi Indonesia yang rentan, melainkan karena faktor lain. Bank Pembangunan Asia ( ADB) Takehiko Nakao menilai fundamental ekonomi Indonesia sampai saat ini masih cukup kuat dalam menahan gejolak dari ketidakpastian global.

“Depresiasi rupiah baru-baru ini adalah karena dorongan spekulasi, karena posisi makroekonomi Indonesia secara keseluruhan masih kuat,

Pinjaman bencana tersebut diberikan langsung kepada Presiden Joko Widodo dengan total nilai mencapai 1 miliar dollar AS. Kegiatan tersebut dilakukan di sela-sela rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018. Nakao menyampaikan, secara pribadi dia memuji kepemimpinan Jokowi bersama jajarannya yang telah mengelola perekonomian dengan baik.

Menurut Nakao, perekonomian Indonesia mempunyai dasar yang kuat, di mana proyeksi terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini sebesar 5,2 persen. Selain itu, tingkat inflasi untuk keseluruhan tahun 2018 juga diperkirakan terjaga di kisaran 3,4 persen. Sementara dalam hal defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang sekitar 2,5 persen terhadap PDB dinilai masih dalam batas aman dan dikelola dengan baik. “Komitmen pemerintah untuk menjaga defisit fiskal sekitar 2 persen terhadap PDB patut diapresiasi. Cadangan devisa juga tetap dijaga pada tingkat yang cukup dan Indonesia mendapatkan peringkat layak investasi di pemerintahan ini,” tutur Nakao.

Leave a Reply