Erick Thohir Bakal Gabungkan BUMN Dana Pensiun

HOT NEWS
Erick Thohir Rapat Perdana di DPR

Menteri BUMN Erick Thohir akan menyatukan dana pensiun perusahaan BUMN. Tujuan penyatuan ini ialah agar pengelolaan dana pensiun dapat dilakukan secara profesional.

Meski demikian, penggabungan dana pensiun ini harus meminta izin dari Menteri Keuangan Sri Mulyani terlebih dahulu.

“Masing-masing BUMN memang kan punya dana pensiun, tapi karena ini menyangkut keuangan, jadi harus meminta persetujuan Menteri Keuangan,” tutur Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (7/1/2020) malam.

Nantinya jika sudah disetujui Menkeu, pengelolaannya akan dilakukan oleh suatu pihak, apakah bank tertentu, badan tertentu atau membentuk lagi badan baru, yang tentu harus meminta persetujuan Menkeu juga.


Dikelola Konvensional

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga (dok: Athika)

Sementara, Arya belum bisa mengatakan berapa dana pensiun yang dikelola BUMN. Yang pasti, dana pensiun itu masih dikelola secara konvensional.

“Kadang investasi bikin rumah sakit, bikin perumahan,” ujar Arya.


Erick Thohir Bakal Bentuk Kluster BUMN Manufaktur

Erick Thohir Rapat Perdana di DPR
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR, di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Rapat tersebut membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Badan Usaha Milik Negera tahun anggaran 2019 dan 2020.

Menteri BUMN Erick Thohir dikabarkan akan segera membentuk kluster industri manufaktur. Untuk hal tersebut, dirinya menunjuk enam perusahaan BUMN untuk membentuk kluster industri manufaktur.

Direktur Utama PT Barata Indonesia Fajar Harry Sampurno menyatakan, Barata akan menjadi koordinator dalam pembentukan kluster tersebut.

Adapun, enam perusahaan tersebut ialah PT Barata Indonesia (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero), PT Industri Kereta Api (Persero), dan PT Industri Kapal Indonesia (Persero).

“Di SK Pak Menteri menugaskan enam perusahaan untuk membentuk kluster tersebut,” ujar Harry di Kementerian BUMN, Selasa (7/1/2020).

Nantinya, dalam pembentukan kluster industri tersebut, operasional enam BUMN akan dikonsolidasikan. Kluster tersebut bakal memproduksi kapal, turbin dan alat berat lain. Produksinya akan dilakukan di masing-masing lokasi BUMN saat ini.

“Ada 6 perusahaan, dari Sabang sampai Ambon. Sabang, Ambon, Makassar, Bitung, Manado. Ada 17 lokasi,” paparnya.

Diklaim Harry, kluster industri ini bakal mendukung percepatan pembangunan kilang Pertamina.

“Kita konsolidasikan operasi dulu. Saling sinergi untuk pembuatan kapal laut, lalu pemeliharaannya. Kita juga mendukung percepatan pembangunan kilang Pertamina dan pembangkit PLN,” ujarnya.

Rencananya, kluster ini bakal tergabung dalam holding yang rencananya akan dibentuk tahun ini.

“Mungkin holding. Dulu namanya NSHI (National Shipbuilding and Heavy Industry). Di SK Pak Menteri kluster industri manufaktur. Karena PAL kan ikut pertahanan,” tutupnya.

Leave a Reply