Cerita Judika soal Lagunya yang Bikin BCL Menangis Tersedu-sedu

HOT NEWS LIFESTYLE
Bunga Citra Lestari atau BCL, dalam Romantis Valentine Concert (Bayu Herdianto/ © KapanLagi.com)
Rupanya lagu ini membuat Judika teringat kepada BCL. (Bayu Herdianto/ © KapanLagi.com)

Setelah rehat selama beberapa waktu, Bunga Citra Lestari alias BCL akhirnya kembali menjadi juri dalam acara ajang pencarian bakat Indonesian Idol yang dilangsungkan Senin (2/3/2020) malam.

Dalam salah satu segmen, Judika membawakan lagu barunya yang berjudul “Tak Mungkin Bersama”. Lagu ini ia persembahkan khusus untuk BCL yang baru saja kehilangan sosok yang begitu dicintai, Ashraf Sinclair.

Awalnya, Judika enggan merilis lagu tersebut. Namun karena “Tak Mungkin Bersama” memiliki kesamaan cerita dengan lirik lagunya, maka ia pun menyanyikannya. Rupanya lagu ini membuatnya teringat kepada BCL.

“Waktu gue di pesawat, ada kejadian. Gue dengar salah satu sahabat gue, Unge, kehilangan suaminya. Gue nangis. Ternyata cerita lagu ini relate sama yang gue alami,” kata Judika, Senin (2/3/2020).


Rasa Kehilangan

Bunga Citra Lestari atau BCL (Screencshot/ RCTI)
Bunga Citra Lestari atau BCL (Screencshot/ RCTI)

“Malam ini seseorang yang kehilangan orang yang amat disayangi pasti bakal relate banget. Ini yang mau gue kasih ke semuanya, gimana rasanya kehilangan orang yang disayang. Lagu ini judulnya ‘Tak Mungkin Bersama’,” Judika melanjutkan.


BCL Menangis

Judika
Judika.

Setelah mendengar lirik demi lirik lagunya, air mata BCL pun tumpah. Penyanyi berusia 36 tahun ini tak kuasa lagi menahan kepedihan atas kepergian Ashraf Sinclair.

“Kita tak mungkin lagi untuk bersama. Kenyataan ini telah memisahkan kita. Biarkan cinta ini, jadi kenangan indah untukku. Oh mengapa kau membawa semua kenangan indah bersama kita dulu,” begitu potongan lirik yang dinyanyikan Judika di panggung.


Pelukan

Bunga Citra Lestari atau BCL (Screencshot/ RCTI)
Bunga Citra Lestari atau BCL (Screencshot/ RCTI)

Tangis BCL semakin lama semakin pecah. Ari Lasso yang juga duduk di jajaran juri bersama BCL langsung menghampiri dan memberi pelukan untuk menenangkan. Tangisnya benar-benar terisak.


Memberanikan Diri

Lebih lanjut, kebetulan malam itu merupakan penentu siapa kontestan yang layak menyandang gelar juara. Atas nama profesionalitas sebagai juri, BCL tentu mengusahakan untuk hadir.

“Kenapa aku juga memberanikan diri untuk hadir karena kita berlima lihat perjuangan mereka, melihat perkembangan mereka yang pesat sampai ada dua. Mereka berdua siap di industri musik, kita lihat baik-baik siapa yang jadi juara,” kata BCL saat itu.

Leave a Reply