Bikin Salad Sendiri, Simak Tips Ala SaladStop!

LIFESTYLE

Almond Garden, kreasi salad terbaru dari SaladStop! yang menggunakan dua dressing, yakni raspberry vinaigrette dan honey mustard.Sudah banyak yang mengetahui tingginya manfaat sayuran dan buah. Apalagi, jika sayuran dan buah dipadukan dengan topping daging segar dan siraman dressing yang enak, yumm! Bagi kamu yang gemar menyantap salad, pasti sudah tahu bahwa makanan ini bisa ditemukan di banyak tempat. Mulai dari supermarket, restoran, kafe, dan tempat lainnya. Marketing Manager SaladStop! Indonesia, Adhi Putra Tawakal menuturkan, salad memiliki banyak manfaat. Sebutlah, melancarkan pencernaan, detoksifikasi, hingga membuat tubuh merasa segar adalah beberapa manfaat salad

, Cita Rasa Thailand, Korea, dan Amerika “Dalam pola makan orang Indonesia pada umumnya kan jarang menyertakan sayur, kalau pun ada, alakadarnya. Padahal ini sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk detoksifikasi tubuh.” Demikian penjelasan Adhi ketika berbincang bersama wartawan di gerai SaladStop! Senayan City, Jakarta, Senin (6/8/2018). Almond Garden, kreasi salad terbaru dari SaladStop! yang menggunakan dua dressing, yakni raspberry vinaigrette dan honey mustard.(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra) Sekilas mungkin kita berpikir membuat salad sendiri adalah hal mudah. Padahal, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Misalnya, ketika memadukan satu sayur/buah dengan sayur/buah lainnya. Pertimbangan gizi dan rasa tentu menjadi salah satu faktornya. Adhi menambahkan, membuat salad sendiri sebetulnya kembali lagi pada selera pribadi. Namun, penting bagi kita untuk mengenali rasa dan tekstur setiap bahan yang akan digunakan.

Kepekaan terhadap perpaduan rasa tersebut akan semakin muncul ketika kita sering mencoba membuatnya langsung. “Bagi yang mau bikin salad sendiri, tidak ada cara lain untuk belajar selain eksperimen,” tuturnya. Tak hanya mengenali rasa dan tekstur setiap bahan, pemilihan dressing alias “saus” untuk salad juga menentukan rasa dari keseluruhan salad kita. Ketika mau mencampurkan dua dressing, Adhi mencontohkan perpaduan thousand island dan olive oil alias minyak zaitun. Keduanya terasa kurang pas jika dipadukan. Almond Garden, kreasi salad terbaru dari SaladStop! yang menggunakan dua dressing, yakni raspberry vinaigrette dan honey mustard.(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra) Contoh lain adalah honey mustard yang dipadukan dengan balsamic vinaigrette. Dua dressing tersebut dirasa kurang pas karena honey mustard memiliki karakter rasa manis dan creamy, sementara balsamic vinaigrette memiliki karakter rasa yang sangat kuat. Lain halnya jika honey mustard tersebut dipadukan dengan raspberry vinegar, sama seperti kreasi salad terbaru SaladStop! yang memadukan dua dressing. “Raspberry vinegar aslinya agak asam, kalau honey mustard agak manis dan creamy. Itu definitely match,” kata Adhi. SaladStop! juga menyediakan menu “create your own”. Untuk menu tersebut, pelanggan diperbolehkan memilih perpaduan bahannya sendiri dan berkreasi.

Terdapat lima pilihan based, yakni romaine, dan red & white cabbage, serta premium based yakni baby spinach, rocket, dan kale. Adhi mencontohkan, dari pemilihan based tersebut saja kita perlu mengenal selera kita sendiri. Gerai SaladStop! di Senayan City, Jakarta.(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra) Bagi orang-orang yang memang sudah menerapkan pola hidup sehat dan mengutamakan kandungan serat, kata Adhi, cenderung akan memiliki kale. Sebab, kale bukan hanya sedang trendi di kalangan para pecinta makanan sehat, namun juga memiliki banyak khasiat. Meskipun kale memiliki rasa yang cukup kuat dan sedikit pait. Sementara orang biasa belum tentu menyukai kale. Masyarakat umum, menurut dia cenderung memilih romaine. “Yang paling banyak digunakan sebagai based adalah romaine, itu paling standar. Banyak yang kemudian dicampurkan dengan ayam panggang, daging,” kata Adhi. PenulisNabilla Tashandra Editor

Leave a Reply