BI Dukung Pemerintah Tunda Proyek Infrastruktur untuk Jaga Defisit Transaksi Berjalan

Uncategorized

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara

Bank Indonesia mendukung langkah pemerintah yang akan digunakan untuk proyek-proyek yang sedang dalam masa depan. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya memperkirakan, defisit transaksi berjalan layak bisa melebar lebih tinggi dari tahun, yaitu 17,5 miliar dolar AS pada 2017 bisa lebih di atas 25 miliar dollar AS tahun ini. “Memang untuk jangka pendek pendek yang meluaskan impor yang melebar. Beberapa kali disampaikan BI yang tahun lalu ekspor impor barang dan jasa kita 17 miliar dolar AS dan tahun ini diperkirakan 25 miliar dolar AS atau lebih, mungkin kan bagus jika kita bisa lebih selektif lihat mana yang proyeknya memiliki impor besar, “kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara saat ditemui di kompleks BI, Minggu (29/7/2018). Mirza menjelaskan, pemerintah memang sedang gencar mengejar ketertinggalan di berbagai aspek dengan membangun infrastruktur sebagai penopangnya. Di satu sisi, maraknya, membangun infrastruktur, mendorong, pertumbuhan, pertumbuhan, dan pertumbuhan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dalam negeri. Jumlah ini sangat banyak. Defisit perdagangan bebas dari berbagai transaksi, dan kemungkinan akan menjadi lebih baik daripada pajak. Jumlah ini sangat banyak. Defisit perdagangan bebas dari berbagai transaksi, dan kemungkinan akan menjadi lebih baik daripada pajak. Jumlah ini sangat banyak. Defisit perdagangan bebas dari berbagai transaksi, dan kemungkinan akan menjadi lebih baik daripada pajak.

Slimming Candy (Permen Pelangsing) http://idx8.xyz/r/1180/63739/

Masker Wajah (Skinlight Spirulina)   http://idx7.xyz/r/1198/63739/    

Cara mudah untuk membuat situs web sendiri: https://client.dewaweb.com/aff.php?aff=2
Kartu chip ajaib penghemat pulsa   http://idt8.com/r/1253/63739

http://idt8.com/r/1447/63739/

Meskipun ingin menggunakan proyek infrastruktur, Mirza mengingatkan agar dilakukan bersama-sama dengan agenda prioritas nasional. Jika ada proyek yang belum terlalu ekstrem dan punya banyak impor yang tinggi, bisa ditunda dan melanjutkan nanti. “Nanti pemerintah bisa melihat mana proyek-proyek yang penting dan prioritas,” tutur Mirza. Upaya lain yang terus dilakukan dalam perbaikan transaksi adalah dengan meningkatkan ekspor hingga ke tingkat sektor agar dapat berkontribusi pada devisa negara. Pemerintah juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui hal-hal penting dalam hal perizinan.

Leave a Reply