Berat Badan Stuck Meski Rutin Olahraga dan Makan Sehat

LIFESTYLE

Berat badan stuck alias mandek di angka tertentu, padahal mereka menganggap usaha yang dilakukan sudah maksimal. Banyak orang rutin berolahraga dan mengatur pola makan untuk menurunkan berat badan. Tujuannya tak lain agar memiliki tubuh yang lebih langsing dan sehat. Olahraga yang dipilih bisa beragam. Mulai dari lari, yoga, hingga latihan beban di pusat kebugaran. Pola makan pun diatur menggunakan berbagai jenis diet. Namun, tak sedikit yang masih kesulitan menurunkan berat badan.

Penyebabnya  setidaknya ada empat hal yang harus ditinjau kembali:

1. Asupan kalori

Mereka yang ingin menurunkan berat badan seringkali memilih metode kalori defisit, yakni kalori yang masuk lebih sedikit daripada yang dikeluarkan untuk beraktivitas.  Angka kalori adalah sesuatu yang tidak pasti. Bahkan angka kalori yang dikeluarkan dari Ilmu Gizi bisa saja tidak akurat.

2. Pilihan makanan

Mungkin saja seseorang sudah dengan baik menerapkan kalori defisit, namun tidak cermat dalam memilih jenis makanan. “Kalori defisit tapi makannya enggak benar. Makanan yang sehat dan enggak sehat itu akan beda hasilnya,. Alvin menyarankan kita untuk lebih memprioritaskan makanan alami, misalnya dari tanaman atau hewani. Namun, ada pula beberapa produk olahan yang baik dikonsumsi. “Misal susu, yoghurt, telur, roti gandum juga bagus karena karbohidrat kompleks,” ucap Alvin. . Usahakan pada setiap waktu makan selalu ada komposisi karbohidrat dan protein. Hal ini sering dilanggar karena masih banyak orang yang porsi makannya hanya diisi karbohidrat. Pastikan juga untuk minum air dalam jumlah yang cukup. Kopi dan teh menurutnya tidak dilarang selama tidak ditambahkan gula. “Makan jangan tunggu lapar karena kalau sudah lapar kadang justru jadi kalap,

3. Kesalahan pola olahraga

Banyak orang menganggap olahraganya sudah cukup untuk menunjang rencana penurunan berat badan. Padahal, bisa saja cara olahraga yang dilakukan keliru sehingga tak memberi hasil. Olahraga sendiri banyak jenisnya. Mulai dari olahraga fleksibilitas seperti yoga atau pilates, kardio seperti lari atau zumba, hingga angkat beban seperti yang banyak dilakukan di pusat kebugaran.

4. Massa otot bertambah

Ketika seseorang rutin berolahraga, maka ada kemungkinan otot orang tersebut bertambah. Apalagi jik olahraga yang dilakukan adalah angkat beban. “Misalnya berat dia 50kg lalu otot naik 1 kg, lemak turun 1kg. Ya berat badan dia akan stabil. Tapi badannya lebih kecil.

Leave a Reply