Belum Miliki Obat Begini Cara Sembuhkan Pneumonia

KESEHATAN

https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 16 481 2153937 belum-miliki-obat-begini-cara-sembuhkan-pneumonia-9GCg7REvBX.jpgIlustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT pneumonia misterius muncul di daerah China. Penyakit tersebut pun telah merenggut nyawa seorang lansia, dan puluhan lainnya masih dirawat intensif.

Bahkan, kini Kementerian Kesehatan Jepang melaporkan sudah ada korban di Negara Sakura tersebut. Pria yang terjangkit virus misterius itu berusia 30an dan tinggal di prefektur Kanagawa, Tokyo.

Penyakit pnemonia sendiri, berasal dari virus korona yang menyebabkan flu dan batuk. Melansir medicalnewstoday, ketika virus korona bermutasi, maka dia akan menyebabkan penyakit fatal seperti infeksi saluran pernafasan akut atau SARS.

Sayangnya, saat ini tidak ada obat pasti yang mampu menyembuhkan penyakit ini. Dokter pun hanya akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi yang terjadi.

Dokter pun hanya akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi yang terjadi.

Jadi, jalan satu-satunya ketika Anda terkena penyakit ini adalah merawat diri sendiri dengan beristirahat cukup, hindari kerja berlebihan. Minumlah air yang cukup, hindari area merokok dan berasap.

Anda juga bisa meminum acetaminophen, ibuprofen atau naproxen untuk mengurangi rasa sakit dan demam. Gunakan pelembab yang bersih atau vaporizer kabut dingin.

Virus yang bertanggung jawab dapat didiagnosis dengan mengambil sampel cairan pernapasan, seperti lendir dari hidung, atau darah.

Ada berbagai jenis virus korona manusia, bervariasi dalam tingkat keparahan penyakit yang disebabkannya dan seberapa jauh mereka dapat menyebar.

disebabkannya dan seberapa jauh mereka dapat menyebar.

Saat ini, ada enam jenis virus korona yang dikenal yang dapat menginfeksi manusia, yakni:

229E (alpha coronavirus)

NL63 (alpha coronavirus)

OC43 (beta coronavirus)

HKU1 (beta coronavirus)

Jenis yang lebih jarang dan lebih berbahaya termasuk MERS-CoV, yang menyebabkan Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan sindrom pernafasan akut yang parah (SARS-CoV).

Sayangnya, belum ada banyak penelitian tentang bagaimana virus corona manusia menyebar dari satu orang ke orang lain. Namun, diyakini bahwa virus mengirimkan menggunakan cairan yang dikeluarkan dari sistem pernapasan.

Leave a Reply