Alasan Sebenarnya Manusia Harus Punya Usus Buntu

SAINS

Riset yang dipublikasikan di jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology pada akhir 2012 mengungkap, orang yang tak punya usus buntu punya potensi terinfeksi C difficile 4 kali lebih besar. Jika ternyata berfungsi, lantas apakah usus buntu tak perlu dibuang dalam kondisi apa pun? Dalam kasus di mana usus buntu membengkak dan terinfeksi, maka operasi untuk membuangnya tetap perlu.

Usus buntu selama ini diangap tidak berguna, bahkan kerap dibilang dibuang pun tak apa. Namun riset evolusi menunjukkan bahwa mamalia cenderung mempertahankan organ tersebut. Analisis untuk melihat ada tidaknya usus buntu pada 533 spesies mamalia. Dari analisis tersebut, dia mengembangkan pohon silsilah untuk melihat sejarah muncul dan hilangnya usus buntu dalam proses evolusi mamalia. Usus buntu tak pernah hilang begitu muncul pada spesies tertentu.

Hal tersebut menunjukkan bahwa usus buntu berguna. “Usus buntu mungkin punya fungsi adaptif. “Kita sekarang bisa menolak anggapan bahwa usus buntu adalah organ tidak berguna dengan kemampuan adaptif minim pada mamalia,” imbuhnya. Eksistensi usus buntu pada tubuh manusia sebagai contoh, menunjukkan bahwa dalam evolusi, ongkos untuk membuangnya lebih besar daripada mempertahankannya. Lantas, apa fungsinya? Usus buntu punya peran dalam mempertahankan keragaman mikroba erguna di usus.

Leave a Reply