2 Proyek Kilat China untuk Perangi Virus Corona

KESEHATAN
Rumah Sakit Huoshenshan
Foto udara menunjukkan rumah sakit Huoshenshan yang berarti Gunung Dewa Apidi Wuhan, provinsi Hubei, China pada Minggu (2/2/2020). Rumah sakit ini adalah salah satu dari dua fasilitas khusus yang dibangun untuk membantu mengatasi wabah Virus Corona tersebut. (Photo by STR / AFP)

 Virus Corona asal Wuhan, China telah menyebar ke hampir seluruh bagian China bahkan sampai ke negara-negara lain. Tak sedikit korban jiwa yang terserang akibat virus berbahaya ini. World Health Organization (WHO) menyebut Virus Corona menjadi ancaman besar bagi dunia.

Negara di seluruh dunia melakukan berbagai upaya untuk turut menghentikan penyebaran penyakit ini. China sebagai pusat munculnya virus corona melakukan langkah besar untuk memerangi penyakit ini.

Pemerintah China berlari dengan membangun dua proyek kilat karena dikerjakan dengan waktu yang sangat singkat. Berikut 3 proyek yang dimaksud, seperti Liputan6.com rangkum, Jumat (14/2/2020).

1. Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Pemerintah China membangun rumah sakit darurat untuk melawan virus corona. Rumah sakit Houshenshan yang berarti Gunung Dewa Api ini dibangun dalam waktu singkat secepat kilat. Hanya membutuhkan 10 hari untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit ini.

Media China menyebut, bangunan rumah sakit berlantai dua ini berdiri di atas lahan seluas 34 ribu meter persegi. Proyek ini resmi selesai pada 2 Februari 2020 kemarin dengan kapasitas 1.000 tempat tidur.

Tidak hanya membangun satu rumah sakit kilat, pemerintah China ternyata membangun dua rumah sakit guna menangani pasien yang membludak hampir di seluruh rumah sakit di China.

Rumah sakit yang juga dibangun secepat kilat yakni rumah sakit Leinshenshan yang lebih besar dengan kapasitas 1.500 tempat tidur. Rumah sakit Leinshenshan selesai dibangun pada 5 Februari dan dapat digunakan sehari setelahnya.

Pembangunan dua rumah sakit itu terinspirasi dari rumah sakit Xiaotangshan yang dibangun pemerintah China untuk menghentikan wabah SARS pada awal 2000-an.


2. Bangun Pabrik Masker dalam 7 Hari

Virus Corona Mewabah, Pekerja China Sibuk Produksi Pakaian Pelindung dan Masker
Pekerja memproduksi masker di sebuah pabrik di Yangzhou, Provinsi Jiangsu, China, Senin (27/1/2020). Masker tersebut diproduksi untuk mendukung pasokan bahan medis saat wabah virus corona melanda China. (STR/AFP)

Merebaknya Virus Corona membuat kebutuhan masker meningkat sangat drastis. Sampai-sampai industri masker Indonesia banjir pesanan dari China. Langkanya masker, membuat pemerintah China akhirnya memutuskan untuk membangun sendiri pabrik masker untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Dilansir CGTN, pabrik baru ini berlokasi di sebelah tenggara Beijing, atau tepatnya di Area Pengembangan Ekonomi-Teknologi (Economic and Technological Development Area) di Kota Yizhuang. Fungsi area tersebut mirip dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia, yakni untuk memicu pertumbuhan industri.

Hanya membutuhkan waktu tujuh hari saja, pabrik masker berhasil diresmikan di China. Pabrik masker ini berlokasi di sebelah tenggara Beijing, tepatnya di Area Pengembangan Ekonomi Teknologi di Kota Yizhuang.

Pemilik dari pabrik masker ini adalah perusahaan alat medis Union Kangli asal Provinsi Henan. Bekerjasama dengan pemerintah, Union Kangli tak perlu membangun pabriknya dari awal. Sebuah pabrik yang tak terpakai dipilih dan disulap menjadi pabrik masker.

Pabrik masker ini mampu memproduksi hingga puluhan juta masker setiap bulannya. Pada 31 Januari, izin berhasil dikantongi dan pabrik masker ini akhirnya dapat mulai beroperasi pada Sabtu, 1 Februari lalu.

Leave a Reply